Penyakit Cacingan
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 prevalensi anak sekolah dasar yang terkena penyakit cacingan rata-rata mencapai 28 persen. Bila terkena gejala yang muncul pun bisa bermacam-macam.Dijelaskan oleh Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan, drg Vensya Sitohang, MEpid, untuk mengetahui spesifik penyakit cacingan dari gejala saja sebetulnya cukup sulit. Pada kasus infeksi ringan bahkan mungkin saja tak ada gejala penyakit cacingan sama sekali.
Namun demikian ketika infeksi parah seorang anak bisa menunjukkan gejala penyakit cacingan seperti lemah, letih, dan lesu. Perut juga bisa terlihat membuncit namun secara keseluruhan tubuhnya kurus karena penyakit cacingan terus menghisap darah dan nutrisi.
"Semua makanan bergizi dan segala macamnya itu sudah dimakan sama cacing. Anak nanti lama-lama bisa kena stunting," kata drg Vensya pada pencanangan Gerakan Waspada Penyakit Cacingan di Sasana Griya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Untuk kasus infeksi kremi, orang tua bisa lebih tahu secara spesifik karena penyakit cacingan bisa dengan mudah terlihat di dubur anak. Pada malam hari cacing kremi akan aktif bergerak dari usus ke dubur untuk bertelur sehingga membuat rasa gatal.
Spesialis anak dari RS Harapan Kita, dr Sri Kusumo Amdani, SpA(K), mengatakan cacing kremi ini cukup sulit untuk diberantas karena siklusnya yang cepat dan mudah berkembang biak.
"Ya tapi untuk tahu pastinya kita harus lakukan periksa kotoran biar nanti dilihat ada telur cacingnya atau enggak," tutup dr Amdani.
0 comments:
Post a Comment